Kamis, 12 Desember 2013

Anggrek Phalaenopsis Bellina

Phalaenopsis Bellina

Anggrek ini sudah tidak asing lagi bagi penggemar anggrek. Budidayanya sudah dimulai sejak tahun 1861. Tumbuhan ini secara alami tumbuh di Kalimantan, Sumatera dan Semenanjung Malaya. Beberapa Negara sekarang juga telah membudidayakannya. Nama latin dari anggrek cantik ini adalah Phalaenopsis bellina. Di Indonesia dikenal dengan nama anggrek kelip. Nama itu diberikan karena bentuk dan warna bunganya yang menyerupai bintang yang sedang berkelap-kelip.


Anggrek ini masih satu genus dengan anggrek bulan putih (Phalaenopsis amabilis). Karenanya perawakannya hampir serupa pula dengan anggrek bulan. Daunnya berbentuk bulat telur memanjang dan membulat kearah ujung. Daunnya lebih kaku dibanding Phalaenopsis amabilis dan juga memiliki lapisan lilin yang mengkilap. Bunganya harum, terlebih pada pagi hari. Akarnya bulat memipih agak berkerut pada permukaannya dan diselaputi oleh warna keperakan dengan ujung akar berwarna kehijauan. Bunga tersusun dalam tandan yang dapat mencapai panjang 30 cm. Pada tiap tandan akan mekar 1-3 kuntum secara bersamaan, kemudian akan disusul beberapa hari kemudian oleh kuncup bunga yang ada dibawahnya, sehingga apabila terdapat beberapa tandan bunga maka bunga yang mekar akan tampak serentak dan terus menerus. Masing-masing berukuran 5-6 cm, berbentuk bintang. Bunganya memiliki warna ungu lembayung yang mencolok pada bagian tengah dan pangkal bawah sedangkan bagian lainnya berwarna putih semburat hijau muda.
Anggrek ini menyukai tempat teduh yang sedikit lembab. Sangat cocok untuk ditanam didataran rendah. Di tempat yang sesuai, anggrek ini akan berbunga sepanjang tahun tanpa berhenti memekarkan bunganya. Bunga mekar selama kurang lebih 2 minggu.
Anggrek ini dapat dipelihara sebagaimana orang memelihara anggrek bulan. Tanaman ditempelkan pada pohon atau pada sekeping pakis. Air siraman hendaknya cepat mengalir keluar dan tidak menggenang di tanaman. Penggenangan dalam waktu yang cukup lama dapat menimbulkan gejala penyakit busuk pada tanaman.
Karena bentuknya dan warna bunganya yang sangat indah, anggrek ini telah disilangkan dengan jenis lain. Hasilnya antara lain ialah Phalaenopsis Harriettiae. Mengingat potensinya yang unggul maka kemungkinan pengembangannya sebagai indukan anggrek dataran rendah sangatlah besar.

Cr : http://www.anggrek.org/sp/phalaenopsis-bellina-2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar